Candi Belahan, Sumber Tetek

Bertempat di dusun Belahan jowo – Wonosunyo, Gempol.  5 km dari jalan raya Pelem, mengikuti papan penunjuk arah kita akan dibimbing menuju suatu sumber, yang konon airnya memiliki khasiat dapat membuat awet muda ini merupakan peninggalan sejarah yang dulu pernah dijadikan tempat pertapaan Prabu Airlangga setelah memisahkan diri dari Pemerintahan Kahuripan. Tidak hanya itu, Sumber ini dulu juga pernah difungsikan sebagai pemandian selir – selir Prabu Airlangga. Oleh karnanya, sebagai bentuk pengabadian, pada sumber tersebut dibangun 2 patung permaisuri Prabu Airlangga, yaitu Dewi Lasmi dan Dewi Sri. Dimana aliran air sumber tersebut mengalir melalui tetek salah satu patung yang berdiri disana.

Candi ini merupakan salah satu candi yang belum pernah dipugar mulai awal berdirinya sekitar tahun 1009 masehi, perhatian pemerintah untuk perawatan peninggalan sejarah tersebut dilakukan pada tanggal 11 November 2009 berupa pembangunan sebagian pagar pembatas dengan pagar beton. Pembangunan ini merupakan tindak lanjut pemerintah atas pengajuan pada tahun 2006 oleh Mas Caliyono yang bekerja sebagai juru kunci di tempat itu, sayangnya pembangunan tersebut hanya pada sebagian pagar pembatasnya saja, sebagian yang lain masih dipagari kawat berduri yang dibuat oleh juru kunci Candi tersebut.

“Harapan saya, pagar pembatas segera dilengkapi pemerintah, karna sementara ini Cuma sebagian saja yang dibangun, alangkah baiknya kalau kawat berduri yang digunakan sebagai pembatas itu diganti beton juga.”  Jelas Mas Caliyono membenarkan.

Untuk pembangunan lain seperti kamar pemandian umum, papan nama, dan papan penunjuk arah dari jalan raya menuju candi merupakan bentuk sumbangan dari Perguruan Tinggi Walisongo, Gempol. Sedangkan tanaman lain disekitar sumber dan tempat berteduh (Pendopo) adalah hasil dari pembangunan juru kunci yang biayanya diambil dari mas Caliyono sendiri dan beberapa tamu yang menyumbang. Tamu atau pengunjung yang sebagian besar memberi sumbangan untuk dipakai  perawatan adalah pengunjung malam hari yang menggunakan tempat ini sebagai sarana ritual, walaupun ada juga beberapa oleh pengunjung siang hari. Maka Mas Caliyono harus bertugas pada malam hari juga demi keamanan sekaligus menerima sumbangan jika pengunjung berkenan untuk menyumbang perawatan tempat tersebut. Dari jam kerja yang ditentukan Dinas Kebudayaan yaitu pukul 7 pagi hingga 3 sore, Mas Caliyono kembali menjaga dari pukul 8 malam hingga pukul 3 pagi, yang bukan termasuk jam jaga juru kunci.

“Kalau memang pemerintah berkenan, penambahan fasilitas tempat mandi umum akan memperbaiki keadaan ditempat itu, karna selama ini tempat pemandian umum yang disumbangkan kadang tidak muat pada saat terjadi lonjakan pengunjung. Lalu kalau boleh menambahkan, jika disediakan pos jaga untuk saya sebagai juru kunci akan lebih nyaman, slama ini kan engga’ ada. Semoga saja Dinas Kebudayaan mau untuk merealisasikannya,” tambah Mas Caliyono saat kami bertanya akan harapannya pada peninggalan sejarah tersebut.

  1. Beberapa saat yang lalu kami juga sempat mengunjungi situs candi belahan ini, semoga pemerintah khususnya dinas pariwisata memberikan perhatian terhadap salah satu peninggalan budaya ini

  2. gk mampir rugi besaar

  3. Masya Allah……..sejarah bangsa kita yang terlupakan……… Sungguh tragis…..

  4. saya sih lebih berharap akses jalannya segera diperbaiki, karena ini adalah petirtaan yang luar biasa indah, luar biasa menganggumkan, terlalu indah untuk dilewatkan.
    airnya begitu jernih, mengalir tidak mengenal musim dan sebenarnya cukup mudah dicapai, hanya saja kondisi jalannya mengenaskan…

    • Citra Ciprut World
    • April 17th, 2013

    sejak di muat di kawapos minggu kemaren, saya jadi penasaran sama tempat ini. tapi saya ndak tau jalan untuk menuju kesana kalau dari arah gempol (jalan Bundaran Tol Gempol).. bisa minta tolong untuk busa sampek kesana nggak?
    terimakasih

    • arya sugeng
    • Juni 4th, 2013

    apa ada hubunganya sumber tetek sama petirta’an jolotundo.

  5. Perlu ekspose dan publikasi secara terus menerus agar diketahui banyak wisatawan..salam

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: