Kedai Dengan Konsep Inspirasi

Kedai Jepun namanya, nama lain dari bunga kamboja sebagai salam terakhir untuk seseorang yang telah meninggal, kesadaran akan berperilaku harus cepat kita renungkan sebelum kita tiada, demikian maksud dari nama kedai yang dipakai oleh sang pemilik, “berperilaku baik sebelum meninggal, musti kita sadari dari sekarang, maka saya ngasi’ tempat yg tepat buat merenung, dan sebagai tempat mencari inspirasi lewat ketenangan suasana”, tutur sang pemilik Eko Yuliono, 31.

Berletak di Jl. Gunung Penanggungan Ledok Tani, Candiwates – Prigen, pengunjung akan disuguhi suasana asri dari sebuah Kedai, memiliki akses masuk 3 km dari perempatan Kasri hingga bertemu Masjid Baitur Rochman, masuk ke gang sejauh 30 meter kita akan menemui kedai diantara hijaunya pemandangan desa yang tenang.

Dengan menyajikan masakan sate kelinci, ikan bakar dan menu lainnya, kedai ini mencoba membuat suasana yang tenang dengan redupnya sore hari dihiasi pernak pernik tradisional. Namanya saja kedai, tidak akan pas tanpa menu kopi di dalamnya, maka Eko sang pemilik mengunggulkan pula akan disediakannya menu kopi luwak, kopi bali, kopi lampung, kopi toraja dan kopi brotoseno yang diminati masyarakat akan kenikmatan rasanya.

Atas dasar konsep ketenangan untuk sumber inspirasi, kedai Jepun juga dihiasi dengan beberapa lukisan karya Bpk. Karyono, yaitu salah satu anggota Ikatan Guru Seni Pasuruan, ini menambah hangat suasana jika kita berkunjung kesana. Tapi tidak hanya untuk menghiasi saja, lukisan tersebut dan interior tradisional yang dipajang disana ternyata juga untuk dijual.

Kedai yang dibuka pada bulan Juli 2010 ini dulunya adalah sebuah peternakan kelinci hias, “dulu itu peternakan kelinci terbesar di Pasuruan” ungkap Eko, namun karena beberapa kendala, salah satunya dikarenakan sulitnya perawatan kelinci, eko memilih untuk gulung tikar dan membuka kedai kopi ini, “perawatannya bener bener sulit, dulu sempat mempekerjakan beberapa orang, sedangkan untuk kedai ini masih belum,” tambahnya. Namun Eko lebih nyaman dalam mengelola kedai ini daripada peternakan kelinci yang telah Ia tinggalkan.

Kelebihan lain dari kedai ini adalah bahan dasarnya, seperti ikan bakar yang diambil dari kolam yang disediakan ditempat, atau kelinci yang diambil dari peternakan dekat daerah situ, jadi dijamin segar. Kemudian, tiap sajian menu akan ditambah hidangan pencuci mulut berupa buah buahan segar, termasuk jika kita memesan kopi, akan diberi cemilan kacang sebagai pasangannya.

  1. Februari 12th, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s